Ilmu-Ilmu Pemikiran Islam

Posted: November 13, 2013 in Agama Islam

A.        ILMU KALAM

1.    Pengertian Ilmu Kalam
Menurut Ibnu Khaldun, sebagaimana dikutip A. Hanafi, Ilmu Kalam ialah ilmu yang berisi alasan-alasan yang mempertahankan kepercayaan-kepercayaan iman dengan menggunakan dalil-dalil pikiran dan berisi bantahan terhadap orang-orang yang menyeleweng dari kepercayaan- kepercayaan aliran golongan salaf dan Ahli Sunnah.[1]  
Selain itu ada pula yang mengatakan bahwa Ilmu Kalam ialah ilmu yang membicarakan bagaimana menetapkan kepercayaan-kepercayaan keagamaan dengan bukti-bukti yang meyakinkan.[2]Di dalam ilmu ini dibahas tentang cara ma’rifat (mengetahui secara mendalam) tentang sifat-sifat Allah dan para Rasul-Nya dengan menggunakan dalil-dalil yang pasti guna mencapai kebahagiaan hidup alami. Ilmu ini termasuk induk ilmu agama dan paling utama bahkan paling mulia, karena berkaitan dengan zat Allah, zat para rasul-Nya.[3]
Dalam pada itu Muhammad ‘Abdullah berpendapat bahwa Ilmu Kalam adalah ilmu yang membicarakan tentang wujud Allah, sifat-sifat yang mesti ada pada-Nya, sifat-sifat yang mesti tidak ada pada-Nya serta sifat-sifat yang mungkin ada pada-Nya, dan membicarakan pula tentang rasul-rasul Allah, untuk menetapkan kerasulannya dan mengetahui sifat-sifat yang mesti ada padanya, sifat-sifat yang mesti tidak ada padanya serta sifat-sifat yang mungkin ada padanya.[4]Berdasarkan batasan tersebut tampak bahwa Ilmu Kalam adalah ilmu yang pada intinya berhubungan dengan masalah ketuhanan.
Namun dalam perkembangan selanjtnya Ilmu Kalam juga berbicara tentang berbagai masalah iman, kafir, musyrik, murtad; masalah kehidupan akhirat dengan berbagai kenikmatan atau penderitaannya; hal-hal yang membawa pada semakin tebal dan tipisnya iman; hal-hal yang berkaitan dengan kalamullahyakni Alquran; status orang-orang yang beriman dan sebagainya. Sejalan dengan perkembangan ruang lingkup pembahasan ilmu ini, maka Ilmu Kalam terkadang dinamai pula Ilmu Tauhid, Ilmu Ushuluddin, Ilmu ‘Aqaid, dan ilmu Ketuhanan.
Dilihat dari segi ruang lingkup pembahasannya yang demikian itu, Ilmu Kalam, tidak bisa tidak, pasti mengacu kepada agama tertentu. Loyalitas terhadap kelompok sendiri, komitmen dan dedikasi yang tinggi serta penggunaan bahasa sebagai pelaku, bukan sebagai pengamat adalah merupakan ciri yang melekat pada bentuk pemikiran Ilmu Kalam.[5]
Dari beberapa pendapat di atas dapat diketahui bahwa Ilmu Kalam adalah ilmu yang secara khusus membahas tentang masalah katuhanan serta berbagai masalah yang berkaitan dengannya berdasarkan dalil-dalil yang meyakinkan. Dengan demikian, seseorang yang mempelajarinya dapat mengetahui bagaimana cara-cara untuk memiliki keimanan dan bagaimana pula cara menjaga keimanan tersebut agar tidak hilang atau rusak.
    
2.    Model-Model Penelitian Ilmu Kalam
Secara garis besar, penelitian Ilmu Kalam dapat dibagi ke dalam dua bagian. Pertama, penelitian yang bersifat dasar dan pemula; dan kedua, penelitian yang bersifat lanjutan atau pengembangan dari penelitian model pertama. Penelitian model pertama ini sifatnya baru pada tahap membangun ilmu kalam menjadi suatu disiplin ilu dengan merujuk pada Alquran dan hadits serta berbagai pendapat tentang kalam yang dikemukakan oleh berbagai aliran teologi. Sedangkan penelitian odel kedua sifatnya hanya mendiskripsikan tentang adanya kajian ilmu Kalam dengan menggunakan bahan-bahan rujukan yang dihasilkan oleh penelitian model pertama.
B.        ILMU FIQHI
Fiqih merupakan salah satu bidang studi Islam yang peling dikenal oleh masyarakat. Hal ini antara lain karena fiqih terkait langsung dengan kehidupan masyarakat. Dari sejak lahir sampai dengan meninggal dunia manusia selalu berhubungan dengan fiqih. Tentang siapa misalnya yang harus bertanggung jawab memberi nafkah terhadap dirinya, siapa yang menjadi ibu bapaknya, sampai ketika ia dimakamkan terkait dengan fiqih. Karena sifat dan fungsinya yang demikian itu, maka fiqih dikategorikan sebagai al-hal,[6]yaitu ilmu yang berkaitan dengan tingkah laku kehidupan manusia, dan termasuk ilmu yang wajib dipelajari, karena dengan ilmu itu pula seseorang baru dapat melaksanakan kewajibannya mengabdi kepada Allah melalui ibadah shalat, puasa, haji, dan sebagainya.
Keadaan fiqih yang demikian itu tampak menyatu dengan misi agama Islam yang kehadirannya untuk mengatur kehidupan manusia agar tercapai ketertiban dan keteraturan, dengan Rasulullah saw. sebagai aktor utamanya yang melaksanakan auran-aturan hukum tersebut.[7] Karena wahyu, yaitu cara memperoleh dan mengenai kehendak Tuhan secara langsung, terhenti semenjak meninggalnya nabi Muhammad, syariah yang telah terungkap secara sempurna pada prinsipnya lantas menjadi statis dan bersifat kekal. Mengapung sebagai jiwa tanpa jasad di atas awang-awang masyarakat Muslim, serta terpisah dari arus dan pergantian wahyu, ia pun tampil sebagai cita-cita yang keabsahannya berlaku abadi, dan masyarakat harus mengejar cita-cita itu.
1.    Pengertian Dan Karasteristik Fiqhi
تفقه فان الفقه ز ين لاء هله
Pengertian Hukum Islam hingga saat ini masih rancu dengan pengertian syariah. Untuk itu dalam pengertian hukum Islam di sini dimaksudkan di dalamnya pengertian syariat. Dalam kaitan ini dijumpai pendapat yang mengatakan bahwa hukum Islam atau fiqih adalah sekelompok dengan syariat-yaitu ilmu yang berkaitan dengan amal perbuatan manusia yang diambil dari nash Alquran atau Al-Sunnah. Bila ada nash dari Alquran atau Al-Sunnah yang berhubungan dengan amal perbuatan tersebut, atau yang diambil dari sumber-sumber lain, bila tidak ada nash dari Alquran atau Al-Sunnah, dibentuklah suatu ilmu yang disebut dengan Ilmu Fiqih. Dengan demikian yang disebut Ilmu Fiqih ialah kelompok hukum tentang amal perbuatan manusia yang diambil dari dalil-dalil yang terperinci.[8]
2.    Model-Model Penelitian Fiqhi
Beberapa model penelitian yang dilakukan oleh Harun Nasution, Noel J. Coulson dan Muhammad Atha Muzhar.
1.    Model Harun Nasution
Dalam bukunya yang berjudul Islam Ditinjau Dari Berbagai Aspeknya Jilid II, Harun Nasution mendeskripsikan struktur hukum Islam secara komprehensip. Harun Nasution membagi perkembangan hukum Islam ke dalam 4 periode, yaitu periode nabi, periode sahabat, periode ijtihad serta kemajuan dan periode kemunduran.
2.    Model Noel J. Coulson
Noel J. Coulson menyajikan hasil penelitiannya di bidang hukum Islam dalam karyanya yang berjudul Hukum Islam dalam Perspektif Sejarah. Hasil penelitian itu dituangkan dalam tiga bagian. Bagian pertama, menjelaskan tentang terbetuknya hukum syariat, yang di dalamnya dibahas tentang legislasi Alquran. Bagian kedua, berbicara tentang pemikiran dan praktek hukum Islam i abad pertengahan. Bagian ketiga, berbicara tentang hukum Islam di masa modern  yang di dalamnya dibahas tentang penerapan hukum.  
3.    Model Muhammad Atha Muzar
Penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Atha bertujuan untuk mengetahui materi fatwa yang dikemukakan MUI serta yang melatarbelakangi timbulnya fatwa tersebut. Hasil penelitian tersebut dituangkan dala empat bab. Bab pertama, mengemukakan tentang latar belakang dan karakteristik Islam di Indonesia. Pada bab kedua, disertasi tersebut mengemukakan tentang MUI dari segi latar belakang didirikannya. Pada bab ketiga, penelitian dalam disertasi tersebut mengemukakan tentang isi produk fatwa yang dikeluarkan MUI. Bagian ke empat, berisi tentang kesimpulan yang dihasilkan dari studi tersebut.
C.        ILMU TASAWUF
1.    Pengertian Ilmu Tasawuf
Dari segi kebahasaan terdapat sejumlah kata atau istilah yang dihubungkan dengan tasawuf. Harun Nasution misalnya menyebutkan 5 istilah yang berhubungan dengan tasawuf, yaitu al-suffah (ahl al-suffah) yang berarti orang yang ikut pindah dengan nabi dari Mekkah ke Madinah, saf,yaitu barisan yang dijumpai dalam melaksanakan shalat berjama’ah, sufi,yaitu bersih dan suci, sophos (bahasa Yunani:hikmah), dan suf (kain wol kasar).
Dari segi kebahasaan tasawuf menggambarkan keadaan yang selalu beriorentasi kepada kesucian jiwa, mengutamakan panggilan Allah, berpola hidup sederhana, mengutamakan kebenaran, dan rela berkorban demi tujuan-tujuan yang lebih mulia di sisi Allah. Sedangkan menurut istilah tasawuf berarti sudut pandang manusia manusia sebagai makhluk terbatas, berjuang, bertuhan.
Pada intinya tasawuf adalah upaya untuk melatih jiwa dengan berbagai kegiatan yang dapat membebaskan diri manusia dari pengaruh kehidupan duniawi. Tasawuf bertujuan untuk memperoleh hubungan langsung dan disadari dengan Tuhan.
2.    Model-Model Penelitian Ilmu Tasawuf
Sejalan dengan fungsi dan peran tasawuf yang demikian itu, di kalangan para ahli telah timbul upaya untuk melakukan penelitian tasawuf. Berbagai bentuk dan metode penelitian tasawuf, diantaranya :
1.    Model Sayyed Husein Nasr (pendekatan tematik dan kualitatif)
Hasil penelitiannya dalam bidang tasawuf ia sajikan dalam bukunya yang berjudul Tasawuf Dulu dan Sekarang, di dalamnya dinyatakan bahwa tasawuf merupakan sarana untuk menjalin hubungan dengan Tuhan dalam upaya mencapai kebutuhan manusia. Selanjutnya, dikemukakan pula tentang tingkatan-tingkatan kerohanian dalam tasawuf. Setelah itu dikemukakan pula perkembangan tasawuf yang yang terjadi pada abad ke 7.  
2.    Model A.J.Arberry
Dalam bukunya yang berjudul Pasang Surut Aliran Tasawuf, Arberry mencoba menggunkana pendekatan kombinasi, yaitu antara pendekatan tematik dengan pendekatan tokoh. Dengan pendekatan demikian ia coba kemukakan tentang firman Tuhan, kehidupan nabi, para zahid, para sufi, para ahli teori tasawuf, struktur teori tasawuf, struktur teori dan amalan tasawuf, tarikat sufi, teori dalam aliran tasawuf, serta runtuhnya aliran tasawuf. Dari isi penelitian tersebut, tampak bahwa Arberry menggunakan analisis kesejarahan, yakni berbagai tema tersebutdipahami berdasarkan konteks sejarahnya, dan tidak dilakukan proses aktualisasi nilai atau mentrasformasikan ajaran-ajaran tersebut ke dalam makna kehidupan modern yang lebih luas.


[1] A. Hanafi,Theologi Islam (Ilmu Kalam), (Jakarta:Bulan Bintang, 1979), cet III, hlm.10
[2] Husain bin Muhammad al-Jasar,l-Hushun al-Hamidiyah li al-muhadzah ‘ala-al’Aqaid al Islamiyah, (Bandung : Sa\yirkah al Manaf), hlm 7
[3] Ibid.,hlm.7
[4] Syaikh Muhammad Abduh, Risalah Tauhid, (Jakarta: Bulan Bintang, 1975), cet I, hlm 21.
[5] Sayyed Hossen Nasr, Knowledge and The Sacred, (Lahore: Suhail Academy,1988), hlm.293.
[6]Istilah ilmu al-Hal untuk fiqih buat pertama kali dikemukakan oleh Al-Ghazali, ketika ia berbicara tentang epistemologi dan pembagian ilmu yang selanjutnya mengarah pada timbulnya pembagian ilmu menurut paradigma fiqih, yaitu ada ilmu yang hukumnya wajib dipelajari ilmu yang hukumnya fardu kifayah ilmu yang boleh (jaiz) dan ilmu yang haram dipelajari. Paradigma pembagian ini timbul sebagai akibat dari paham ilmu sebagai alat untuk menuju kepada tuhan.
[7]Di dalam Alquran, Allah Swt. Menyatakan bahwa manusia itu adalah umat yang satu (setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka kitab dengan benar untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan.  
[8]Mukhtar Yahya dan Faturrahman,Dasar-dasar Pembinaan Hukum Islam, (Bandung:Al-Ma’arif, 1986),cet. ke-10, hlm.15.  

Paku Dan Amarah

Posted: November 11, 2013 in Cerita, Motivasi

Suatu ketika, hiduplah seorang anak laki-laki yang pemarah dan keras kepala. Untuk mengurangi kebiasaan marah sang anak, ayahnya memberikan sekantong paku dan mengatakan kepada anaknya untuk memakukan sebuah paku di pohon belakang rumah setiap kali dia marah.

Hari pertama anak itu telah memakukan 35 buah paku ke pohon setiap kali dia marah, lalu secara bertahap jumlah itu berkurang. Dia mendapati bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada memakukan paku ke pohon.
Akhirnya tibalah hari dimana anak tersebut merasa sama sekali bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya. Dia memberitahukan hal ini kepada ayahnya, yang kemudian mengusulkan agar dia mencabut satu paku setiap hari dimana dia tidak marah.

Hari-hari berlalu dan anak laki-laki itu akhirnya memberitahu ayahnya bahwa semua paku telah tercabut olehnya. Lalu sang ayah menuntun anaknya ke pohon. “Hmmm…, kmu telah berhasil dengan baik anakku, akan tetapi lihatlah lubang-lubang di pohon ini. Pohon ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya. Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan. Kata-katamu meninggalkan bekas seperti lubang ini. . .di hati orang lain.”
Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu, tetapi tidak peduli berapa kali kamu minta maaf, luka itu akan tetap ada, dan luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka fisik….”  

Sang Pemenang

Posted: November 11, 2013 in Cerita, Motivasi

Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab, ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang pembalap sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, sebab, memang begitulah peraturannya.
Ada seseorang anak yang bernama Yaya. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk fainal. Dibanding semua lawannya, mibil Yaya lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya.
Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu berkedip diatasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Akan tetapi, Yaya bangga dengan apa yang dimiliki  semua, sebab, mobil itu buatan tangannya sendiri.
Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 pembalap kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah diantaranya.
Namun, sesaat kemudian, Yaya meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdo’a, matanya terpejam, dengan tangan yang tertangkup memanjatkan do’a, lalu, semenit kemudian, ia berkata, “Ya, Aku siap!”.
Dor…. tanda balapan telah dimula, dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing. “Ayo…ayo…ayo…cepat…cepat….maju…maju….”, begitu teriak mereka. Ahha…sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah menanti. Dan, Yaya lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Yaya. Ia berucap, dan berkomat-kamit lagi delam hati. “Terima kasih”.

Saat pembagian piala tiba. Yaya maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya. “Hai jagoan, kamu pasti tadi berdo’a kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?”. Yaya terdiam. “Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan” kata Yaya.
Ia lalu melanjutkan, “Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongku mengalahkan orang lain. Aku, hanya bermohon kepada Tuhan, supaya aku tak menangis, jika aku kalah”. Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk tangan yang memenuhi ruangan.

Pada tips kali ini saya tidak akan menjelaskan panjang lebar, ok lansung saja, cara untuk mempercepat IDM bagian ke 2 :

1.    Klik Star → Run atau ketik ÿ+R secara bersamaan di keyboard  
2.    Ketikkan regedit di kotak Open
3.    Maka munculah sebuah Jendela Edit Registry.

4.    Masuk ke “HKEY_CURRENT_USER → Software → Download Manager.” Lalu lihat di Jendela sebelah kanan, cari String bertuliskan “Connection Speed”.

5.    Klik 2x pada String “Connection Speed”, dan Ubah Settingan Base ke “Decimal”. Lalu isikan Angka ‘2576980377’ pada kolom kosong tersebut.
6.    Jika sudah, Tekan “OK” atau Enter. Sampai sini harusnya sudah selesai, hanya tinggal 1  langkah lagi, Restart Komputer.

Pohon Hikmah

Posted: November 9, 2013 in Agama Islam, Motivasi


Tanamlah Sebuah Pohon Yang :
Ber-Akar Aqidah
Ber-Batang Shalat
Ber-Tangkai Al-Quran
Ber-Daun Hadits

Ber-Bunga Ke-Ikhlasan

Ber-Mahkota Akhlak


Ber-Buah Surga

Garam Dan Telaga

Posted: November 9, 2013 in Cerita, Motivasi

Suatu ketika, hiduplah Orang Tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirudung dalam banyak masalah. Langkahnya gontai dan mimik mukanya yang ruwet. Anak Muda itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia.
Tanpa membuang waktu, anak muda itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkan dengan seksama. Setelah anak muda tadi selesai menceritakan masalahnya, sang Orang Tua bijak pun mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Dilarutkannya garam tersebut kedalam  gelas yang berisi air. “Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya…” ujar Pak tua itu.
“Pahit. Pahit sekali”, jawab sang tamu, sambil meludah kesamping.

Pak Tua itu, tersenyum. Ia lalu mengajak tamunya ini, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu.

Pak Tua itu, lalu kembali menaburkan segenggam garam ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, dibuatlah gelombang mengaduk-ngaduk dan tercipta riak air yang mengusik ketenangan telaga itu. “Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah”. Saat tamu itu selesai mereguk air itu, Pak Tua berkata lagi, “Bagaimana rasanya?”.
“Segar”, sahut tamunya. “Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?”, tanya Pak Tua lagi. “Tidak”, jawab si Anak Muda.
Dengan bijak, Pak Tua itu menepuk-nepuk punggung si Anak Muda. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di pinggir telaga itu. “Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam, tak lebih baik dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama.”
“Tapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah kita miliki. Kepahitan itu, akan didasarkan dari perasaan tempat kita melatakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu.”
Pak Tua itu lalu kembali memberikan nasehat. “Hatimu, adlaha wadah itu. Perasaanmu adalah benda itu. Qalbumu, adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mempu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.”
Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar hari itu. Dan Pak Tua, si orang bijak itu, kembali menyimpan “segenggam garam”, untuk anak muda yang lain, yang sering datang padanya membawa keresahan jiwa.   


 Gambar Editan Sanrawijaya
      Pada tips kali ini saya akan membahas masalah Bagaimana cara mendownload vidio di YouTube dengan IDM. Akhir-akhir ini di situs YouTube tidak menampilkan Panel Mode IDM jadi untuk mendownload dengan memakai IDM kelihatannya rumit karna kotak downloadnya tidak ditampilkan. 

     Tips ini saya dapat dari teman sekelas di UIN Alauddin Makassar, Jurusan Bahasa Dan Sastra Arab, (Fadli Mubarak dan Ismail Natsir).



Ok tipsnya sebagai berikut
 :


1. Nyalakan Laptop/PC/NB (Notebook) tunggu sampai muncul desktop-nya

2. Hubungkan dengan internet,WiFi atau semacamnya

3. Setelah Connec buka Google Chrome, Mozilla FireFox, IE, dll

4. Selanjutnya buka YouTube dan cari vidio yang akan di download
    Contoh : disini saya akan mendownload vidio Isa Raja


5. setelah terbuka seperti gambar di bawah :



6. tambahkan ss pada address sebelum youtube 


ditambah ss menjadi

www.ssyoutube.com/watch?v=bAsTEY0gVSs


    lalu tekan enter di keyboard

7. Secara otomatis akan terbuka tab baru di mana file vidio itu di simpang oleh YouTube


8. Cara downloadnya yaitu tinggal pilih format vidio yang akan di download

9. Klik panel IDM yang ada di sebelah kiri


10. Selanjutnya akan muncul jendela dari IDM untuk mulai mendownload


11. Klik Star Download dan tunggu sampai vidionya selesai di download…..


selamat….









Jika ingin Copas/ ATM (Ambill, Tiru, dan Modifikasi), minta izin terlebih dulu kepada Admin.

 

Internet Download Manager atau yang biasa kita kenal dengan IDM merupakan softwere untuk mendownload dari situs-situs yang menyediakan link download baik itu berupa dokument, vidio, musik, softwere, dll.
 

Baca entri selengkapnya »

PENGERTIAN HADITS

Menurut bahasa kata hadits memiliki arti :

1.      al jadid minal asyya (sesuatu yang baru), lawan dari qodim. Hal ini mencakup sesuatu (perkataan), baik banyak ataupun sedikit.[1]

2.      Qorib (yang dekat)
3.      Khabar (berita), yaitu sesuatu yang dipercakapkan dan dipindahkan dari seseorang kepada orang lain dan ada kemungkinan benar atau salahnya.[2] 

Adapun hadits menurut istilah ahli hadits hampir sama (murodif) dengan sunah, yang mana keduanya memiliki arti segala sesuatu yang berasal dari Rasul, baik setelah dingkat ataupun sebelumnya. Akan tetapi kalau kita memandang lafadz hadits secara umum adalah segala sesuatu yang diriwayatkan dari Nabi Muhammad saw. setelah diangkat menjadi nabi, yang berupa ucapan, perbuatan, dan taqrir beliau. Oleh sebab itu, sunah lebih umum dari pada hadits.[3]
Menurut ahli ushul hadits adalah segala pekataan Rosul, perbuatan dan taqrir beliau, yang bisa bisa dijadikan dalil bagi hukum syar’i. 

KEDUDUKAN HADITS
Seluruh umat islam, baik yang ahli naqli ataupun yang ahli akal telah sepakat bahwa hadits merupakan dasar hukum islam, yang merupakan salah satu dari sumber hukum islam. Ia menempati kedudukannya yang sangat penting setelah al-Qur’an. Umat islam diwajibkan mengikuti hadits sebagaimana diwajibkan mengikuti al-Qur’an. Dengan demikian, antara hadits dan al-Qur’an memiliki kaitan yang sangat erat, yang satu sama lain tidak bisa dipisahkan atau berjalan sendiri-sendiri.[4]
Abdul Wahab Khalaf berkata : tak seorang pun mengingkari bahwa paling tidak, ada tiga fungsi sunnah terhadap Al-Qur’an bila di lihat hubungan antara keduanya, yaitu :
a.       Berfungsi untuk menguatkan dan membenarkan hukum-hukum yang dibawah oleh Al-Qur’an.
b.      Untuk menjelaskan dan memberi rincian pelaksanaan ajaran yang dibawah oleh Al-Qur’an yang hanya disebut secara global.
c.       Sunnah kadang-kadang berfungsi untuk menetapkan sesuatu ketentuan hukum yang tidak disebutkan oleh Al-Qur’an.[5]
Menurut  Muhammad Ajjal Al-Khatib, bahwa Al-Quran dan hadits merupakan dua sumber hukum syariah islam yang tetap, yang orang muslim tidak mampu memahami syariat islam dengan tanpa kembali kepada dua sumber tersebut. Mujtahid dan orang dalam pun tidak diperbolehkan hanya mencakupkan diri dengan salah satu dari keduanya.[6]
Banyak ayat al-Qur’an dan hadits yang memberikan pengertian bahwa hadits itu merupakan salah satu sumber hukum islam selain al-Qur’an yang wajib diikuti sebagaimana mengikuti al-Qur’an.
a.         Dalil Al-Quran
Firman Allah dalam surat Al-Hashr ayat 7 :
!!$tBur….ãNä39s?#uä ãAqߙ§9$# çnrä‹ã‚sù $tBur öNä39pktX çm÷Ytã (#qßgtFR$$sù 4 (#qà)¨?$#ur ©!$# ( ¨bÎ) ©!$# ߉ƒÏ‰x© É>$s)Ïèø9$# ÇÐÈ  
“….Apa yang diberikan Rasul kepadamu terimalah dan apa-apa yang dilarangnya, maka tinggalkanlah dan bertaqwalah kepada Allah,
 sesungguhnya Allah sangat keras hukum-Nya”.

dan firman Allah dalam surat Al-Maidah  ayat 92 :
(#qãè‹ÏÛr&ur ©!$# (#qãè‹ÏÛr&ur tAqߙ§9$# (#râ‘x‹÷n$#ur 4 bÎ*sù öNçGøŠ©9uqs? (#þqßJn=÷æ$$sù $yJ¯Rr& 4’n?tã $uZÏ9qߙu‘ à÷»n=t7ø9$# ßûüÎ7ßJø9$# ÇÒËÈ  
“Dan taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul-(Nya) dan berhati-hatilah. jika kamu berpaling, Maka ketahuilah bahwa Sesungguhnya kewajiban Rasul Kami, hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.”

Disamping itu, banyak juga ayat yang mewajibkan ketaatan kepada rasul secara khusus dan terpisah, antara lain[7]:
1.      Q.S.An-Nissa ayat 65 dan 80
2.      Q.S.Ali Imran ayat 31
3.      Q.S.An-Nur ayat 56, 62, dan 63
4.      Q.S.Al-Araf ayat 158

Ayat-ayat di atas dapat ditarik gambaran bahwa setiap ada perintah taat kepada Allah harus diiringi taat kepada rasul-Nya. Dari sinilah sebetulnya dapat dinyatakan bahwea ungkapan wajib taat kepada rasul dan larangan mendurhakainya.

b.         Dalil Hadits Rasulallah Saw.
Dalam salah satu pesan Rasulallah, berkenaan dengan keharusan menjadikan hadits sebagai sumber hukum atau pedoman hidup disamping al-Qur’an sebagai pedoman utamanya. Seperti sabda Nabi Muhammad Saw, sebagai berikut[8]:
“Aku tinggalkan dua pusaka pada kalian. Jika kalian berpegang pada keduannya, niscaya tidak akan tersesat, yaitu kitab Allah (Al-quran) dan sunah Rasul-Nya” (HR.Al-Hakim dari Abu Hurairah).

Hadits tersebut menunjukan bahwa nabi SAW diberi al-Qur’an dan sunnah, dan mewajibkan kita berpegang teguh pada keduanya, serta mengambil yang ada pada sunnah seperti mengambil pada al-quran. Masih banyak hadits yangmenegaskan tentang kewajiban mengikuti perintah dan tuntutan Rasulullah Saw.

c.         Kesepakatan Ulama (Ijma) 
Seluruh umat islam telah sepakat untuk menjadikan dan mengamalkan hadits sebagai salah satu dasar hukum beramal, karena sesuai dengan yang dikehendaki oleh Allah Swt. Disamping itu, penerimaan mereka terhadap hadits sama seperti penerimaan mereka terhadap al-Qur’an, ketika keduanya sama-sama dijadikan sebagai sumber hukum islam.

Banyak peristiwa menunjukan adanya kesepakatan menggunakan hadits sebagai sumber hukum islam, antara lain : ketika Abu Bakar dibaiiat menjadi khalifah, ia pernah berkata : “ saya tidak meninggalkan sedikitpun sesuatu yang diamalkan oleh rasulallah, sesungguhnya saya takut tersesat bila meninggalkan perintahnya”.

Pembahasan tentang hadits sebagai dasar hukum syariat islam dilakukan secara luas dalam semua kitab ushuf fiqh dan dari semua mazhab, sedemikian pentingnya sampai al-Auzyi (157 H) menyatakan bahwa “Al-Quran lebih membutuhkan As-Sunnah dibanding dengan kebutuhan As-Sunnah terhadap Al-Qur’an”.[9]

Menurut As-Saukani : singkatnya keberadaan sebagai hujjah (sumber hukum islam) serta wewenang dalam penetapan hukum sudah merupakan keharusan dalam agama, tak seorangpun berbeda paham tentangnya kecuali mereka yang tidak memiliki cukup ilmu dalam islam.

MACAM-MACAM HADITS
Macam-macam hadits dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
1.     Berdasarkan ujung sanad
Berdasarkan klasifikasi ini hadits dibagi menjadi :
·        Hadits Marfu’ adalah hadits yang sanadnya berujung langsung pada Nabi Muhammad Saw.
·        Hadits Mauquf adalah hadits yang sanadnya terhenti pada para sahabat nabi tanpa ada tanda-tanda baik secara perkataan maupun perbuatan yang menunjukkan derajat marfu’.
·        Hadits Maqtu’ adalah hadits yang sanadnya berujung pada para Tabi’in (penerus).
2.     Berdasarkan keutuhan rantai/ lapisan sanad
Berdasarkan klasifikasi ini hadits terbagi menjadi beberapa golongan yaitu :
·        Hadits Musnad, sebuah hadits tergolong musnad apabila urutan sanad yang dimiliki hadits tersebut tidak terpotong pada bagian tertentu. Yakni urutan penutur memungkinkan terjadinya transfer hadits berdasarkan waktu dan kondisi.
·        Hadits Mursal yaitu bila penutur 1 tidak dijumpai atau dengan kata lain seorang tabi’in menisbatkan langsung kepada Rasulullah Saw.
·        Hadits Munqati’ yaitu bila sanad putus pada salah satu penutur yakni penutur 4 atau 3
·        Hadits Mu’dal bila sanad terputus pada dua generasi penutur berturut-turut.
·        Hadits Mu’allaq bila sanad terputus pada penutur 4 hingga penutur 1.
3.     Berdasarkan jumlah penutur.
Jumlah penutur yang dimaksud adalah jumlah penutur dalam tiap tingkatan dari sanad, atau ketersediaan beberapa jalur berbeda yang menjadi sanad hadits tersebut. Berdasarkan klasifikasi ini hadits dibagi atas :
·        Hadits mutawatir adalah hadits yang diriwayatkan oleh sekelompok orang dari beberapa sanad dan tidak terdapat kemungkinan bahwa mereka semua sepakat untuk berdusta bersama akan hal itu.
·        Hadits ahad adalah hadits yang diriwayatkan oleh sekelompok orang namun tidak mencapai tingkatan mutawatir
4.     Berdasarkan tingkat keaslian hadits.
Kategorisasi tingkat keaslian hadits adalah klasifikasi yang paling penting dan merupakan kesimpulan terhadap tingkat penerimaan atau penolakan terhadap hadits tersebut. Tingkatan hadits pada klasifikasi ini terbagi menjadi :
·        Hadits shahih yakni tingkatan tertinggi penerimaan pada suatu hadits.
·        Hadits hasan yakni bila hadits yang tersebut sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh rawi yang adil namun tidak sempurna ingatannya, serta matannya tidak syadz serta cacat.
·        Hadits Dhaif (lemah), ialah hadits yang sanadnya tidak bersambung (dapat berupa mursal, mu’allaq, mudallas, munqati’ atau mu’dal)dan diriwayatkan oleh orang yang tidak adil atau tidak kuat ingatannya, mengandung kejanggalan atau cacat.
·        Hadits Maudu, bila hadits dicurigai palsu atau buatan karena dalam rantai sanadnya dijumpai penutur yang memiliki kemungkinan berdusta.[10]

  




[1]Muhammad Ujaj al Khotib, Ushul al Hadits Ulumuhu wa Mushtholahuhu (Bairut: Libanon,  1992) h.26
[2]. Abu al Faid Muhammad bin Muhammad Ali al Farisi,  Jawahir al Usul al Hadits fi IlmiHadits al Rosul (Bairut: Libanon, 1992) h.24
[3].   Muhammad Ujaj al Khotib, Ushul al Hadits Ulumuhu,h.27
[4].  Agus Solahudin dan Agus Suyadi,Ulumul Hadits (Bandung: Pustaka Setia, 2009) h.73
[5].  Romli, Muqaranah Mazahib fil Ushul (Jakarta: Gaya Mendia Pratama, 1999) h.76
[6].  Ajjaj Al-Khatib, Ushul Al-Hadits, h.35
[7].  Ibid; h.75
[8].  Munzier Suparta, Ilmu Hadits (Jakarta: PT. Garfindo Persada, 1993) h.46
[9].   Yusuf Qardhawi, Bagaimana Memahami Hadits Nabi SAW (Bandung: Kharisma,1993) h.46

Cara Mengetahui Nomor HP

Posted: November 7, 2013 in Teknologi, Tips
Saya sering lupa nomor dari kartu saya, makanya saya sharing tentang cara mengetahui nomor hp dari beberapa penyedia layanan di Indonesia. ok caranya seperti berikut :

Telkomsel (kartu AS dan simPATI)
ketik *808# lalu tekan tombol call di HP

Axis
ketik *2# lalu tekan tombol call di HP

XL
ketik *123*22*1*1# lalu tekan tombol call di HP

Indosat (IM3 dan Mentari)
ketik *777*8# lalu tekan tombol call di HP

Three
ketik *998# lalu tekan tombol call di HP

Fren
Anda bisa mengirim sms dengan format STATUS ke nomor 551. Dari situ nanti anda akan mengetahui nomor HP anda sendiri.